Berita Gallery

Kokurikuler Kearifan Lokal dan Kelestarian Budaya: Menggali Sejarah dan Religi, Siswa Kelas XI SMAN 1 Slahung Melaksanakan Outing Class ke Makam Kiai Ageng Muhammad Besari, Jetis Ponorogo

Screenshot 2026-10-12 111227
previous arrow
next arrow
Screenshot 2026-10-12 111227
IMG_9722-100kb
IMG_9730-100kb
IMG_9785-100kb
IMG_9788-100kb
IMG_9800-250kb
previous arrow
next arrow

PONOROGO – Dalam rangka memperdalam pemahaman sejarah tokoh yang ada di Ponorogo yang mendunia dan memperkuat karakter religius, sebanyak 148 siswa kelas XI melaksanakan kegiatan Kokurikuler Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan kokurikuler kali ini dikemas dalam bentuk outing class dengan destinasi kompleks cagar budaya dan religi Makam Kiai Ageng Muhammad Besari serta Masjid Jami’ Tegalsari yang berlokasi di Jetis Ponorogo pada Kamis, 8Oktober 2026.

Kegiatan diawali sejak pagi hari. Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh siswa berkumpul di lapangan depan sekolah untuk menerima pengarahan langsung dari Kepala Sekolah Bapak Dr. Mulyani, S.Pd., M.Hum. Dalam arahannya, Kepala Sekolah berpesan agar para siswa menjaga prilaku, sopan santun, menjaga kebersihan lingkungan tempat yang dikunjungi, serta menyerap ilmu sejarah sebanyak-banyaknya sebagai bekal pembelajaran kontekstual.

Rombongan secara resmi diberangkatkan dari sekolah pada pukul 08.30 WIB dengan mengendarai 4 buah armada kereta kelinci. Suasana ceria menyelimuti perjalanan para siswa di sepanjang jalan menuju lokasi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, rombongan tiba di kawasan wisata religi Tegalsari sekitar pukul 09.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, kegiatan dibuka dengan sesi foto bersama seluruh siswa dan guru pendamping di depan gapura makam yang ikonis tersebut.

Agenda inti kokurikuler bertempat di serambi Masjid Jami’ Tegalsari. Di lokasi bersejarah ini, para siswa mendapatkan pemaparan materi yang sangat berharga dari perwakilan pengurus Yayasan Tegalsari, Bapak Kunto Pramono yang juga merupakan keturunan ke 8 dari Kiai Ageng Muhammad Besari. Beliau mengupas tuntas sejarah perjuangan Kiai Ageng Muhammad Besari, peran besar beliau dalam penyebaran Islam, hingga latar belakang berdirinya Masjid Jami’ Tegalsari yang menjadi pusat peradaban dan pendidikan Islam di masa lampau. Siswa tampak antusias menyimak dan mencatat poin-poin penting hingga materi berakhir pada pukul 10.00 WIB.

Setelah sesi materi siswa berwudlu, dan kegiatan dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari yang berlangsung khidmat hingga pukul 10.45 WIB. Usai berziarah, para siswa diberikan waktu untuk melakukan observasi mandiri di sekitar lingkungan makam dan masjid. Observasi ini bertujuan agar siswa dapat mengamati arsitektur bangunan kuno dan mengumpulkan data untuk pemenuhan tugas kokurikuler mereka. Tugas yang harus mereka selesaikan secara berkelompok adalah membuat laporan observasi terkait makam tokoh Kiai Ageng Muhammad, sejarahnya, Masjid Jami’ tegalsari dan lingkungan sekitarnya. Tugas ke dua membuat video vlog kegiatan Outing Class tersebut.

Bu Indah Kusumawardani, S.Pd. selaku koordinator pelaksanaan Kokurikuler kelas XI menyampaikan tujuan tugas siswa dalam Outing Class ini adalah mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah dan literasi, memperdalam pemahaman materi kontekstual, melatih kerja sama tim (teamwork), meningkatkan keterampilan digital dan kreativitas, menyebarkan edukasi sejarah lewat media sosial.

Rangkaian kegiatan di Tegalsari ditutup dengan melaksanakan ibadah sholat Dhuhur berjama’ah bersama masyarakat setempat di dalam Masjid Jami’ Tegalsari. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib hingga seluruh rombongan bertolak kembali ke sekolah. Rombongan outing class kelas XI tiba kembali di sekolah dengan selamat pada pukul 12.45 WIB.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan penyegaran (refreshing), tetapi juga pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), mereka mampu memetik nilai-nilai keteladanan dari perjuangan para ulama terdahulu, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta memupuk rasa cinta terhadap warisan sejarah bangsa.

Report by AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *