SLAHUNG, PONOROGO – Jumat, 9 Oktober 2026. SMAN 1 Slahung menyelenggarakan kegiatan kokurikuler berupa edukasi mitigasi bencana dan simulasi gempa bumi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh 517 siswa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata. Melalui edukasi dan simulasi, para siswa diharapkan mampu memahami langkah-langkah penyelamatan diri serta bertindak secara tepat ketika menghadapi situasi darurat, khususnya bencana gempa bumi.
Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Slahung, Dr. Mulyani, S.Pd., M.Hum., menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Beliau menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai mitigasi bencana merupakan bekal penting bagi peserta didik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi juga perlu dilatih melalui simulasi agar siswa mengetahui tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Kepala sekolah juga mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menaati arahan petugas, menjaga ketertiban, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Slahung berharap dapat memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, peduli, dan tangguh dalam menghadapi bencana.
Koordinator Kokurikuler Ajak Siswa Belajar dan Berlatih Siaga Bencana
Koordinator Kokurikuler SMAN 1 Slahung, Aprilia Candra Dewi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna melalui edukasi dan praktik langsung.
“Melalui kegiatan kokurikuler ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada seluruh siswa bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana perlu dipahami dan dilatih sejak dini. Kami berharap seluruh siswa mampu bersikap tenang, disiplin, tanggap, serta mengutamakan keselamatan diri dan orang lain ketika menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran mitigasi bencana tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi sekaligus membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab, peduli, mampu bekerja sama, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan di lingkungan sekitarnya.
Edukasi dan Simulasi Gempa Bumi Bersama BPBD Ponorogo
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Ponorogo memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Siswa juga mengikuti simulasi untuk memahami respons yang tepat ketika terjadi guncangan, prosedur evakuasi, serta pentingnya mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dengan keterlibatan 517 siswa, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai risiko bencana sekaligus membangun kebiasaan tanggap darurat di lingkungan sekolah.
Pengalaman belajar secara langsung ini menjadi bekal penting agar siswa tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun masyarakat.
Wujudkan SMAN 1 Slahung yang Aman dan Tangguh Bencana
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler pada Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi salah satu bentuk komitmen SMAN 1 Slahung dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.
Melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Ponorogo, sekolah terus mendorong terbentuknya generasi muda yang berpengetahuan, disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Harapannya, seluruh warga sekolah semakin memahami bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama dan keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap situasi.
SMAN 1 SLAHUNG TOP — Tekun, Optimis, dan Pantang Menyerah!
Report By AR







